OMBAK KERINDUAN
Oleh Satya Zulfiqar Ipnu
Air mata tak sengaja menetes di pipi yang merona
Bibirku pun tak mampu terkatup erat menahannya
Ketika aku teringat cerita indah masa lalu dengan mu
Ketika aku selalu jadi orang pertama mendengarkan ceritamu
Sungguh aku merindukan masa itu
Masa yang tercipta dari semua kisah yang kita alami
Hari ku tanpamu terasa sangat lambat merayap
Aku tak mungkin melupakan mu dengan mudah
Kaulah yang membuatku mengenal dunia dari matamu
Kaulah yang mengajari aku tentang apa itu cinta
Matamu jendela dunia bagiku
Bibirmu penasehat terbaik baik ku
Mungkin aku tak mampu mengembalikan kisah lama
Mungkin kini kaupun sudah memiliki masa depan yang baru
Masa depan dengan orang yang baru..
Namun satu hal yang aku inginkan,jangan lupakan masa lalu
Aku mengenalmu dengan masa yang sangat singkat
Tak lebih dari dari satu tahun saja
Satu tahun yang kita isi dengan segala keindahannya
Aku percaya seribu tahun lalu namamu telah disandingkan dengan namaku
Kini ombak kerinduan menuntut ku untuk mengenangmu
Meskipun aku tau bahwa kau telah ada yang punya
Meskipun aku tau bahwa aku hanya sekedar merindukanmu
Akupun percaya Tuhan memberi yang terbaik bagimu
Bukankah dalam kitab tertulis orang baik untuk orang baik
Kamu orang baik dan aku yakin pendampingmu orang baik pula
Bahagiamu tujuan utamaku
Tak peduli dengan siapa kamu saat ini yang utama adalah kebahagianmu
Didalam kerinduan,aku selalu berharap kamu jadi milikku
Namun kesadaran telah mengajariku
Belum tentu kamu bahagia denganku
Bisa jadi kebahagiaanmu bersama orang lain
Cukuplah aku hanya sekedar merindu
Merindukan mu adalah anugrah Tuhan ku
Anugrah penyambung ikatan antara kita
Ketahuilah,jika orang bisa melupakan seseorang maka orang itu sebetulnya tak pernah benar-benar mencintai
Maka izinkan aku tetap mengenangmu di dalam hati ku