BILA KU MATI DIA (ANAKKU) SENDIRIAN
Oleh Miki Rahmat
Sayang...
Kusuapi mulut kecilmu dengan keringatku
Agar terpahat senyum indah diwajahmu
Demi rona pipimu yang lucu
Dan binar matamu yang polos
Aku rela, korbankan segala yang ku punya
Asal anakku tetap bersama dan bahagia
Tuhan, jangan alirkan air dari matanya
Sebab aku melihatnya lebih sakit daripada luka
Anakku sayang...
Kau alasan ayah untuk tetap hidup sekarang
Kau malaikat kecil pengobat luka
Kau putri yang lebih berharga dari permata
Kasih sayang ayah hanya mengalir disungai kehidupanmu
Sayang...
Teruslah mengukir tawa
Di sepanjang jalanan kota
Kita selalu berhayal dan bercerita
Tentang mimpi-mimpimu
Tentang idolamu, tentang harapan
Dan tentang segala yang melukiskan senyummu
Kubuaikan harapan ditelingamu
Agar mimpimu lebih tinggi dari ayah
Maafkan ayah...
Yang hanya punya cinta dan kasih sayang
Yang hanya memberimu pelukan hangat
Yang hanya berharap kau tak pernah kecewa
Yang hanya berharap... Berharap... Dan berharap
Sekotak tisu untuk malam ini
Sebagai pembalut belati
Yang telah mencabik dikedalaman dada
Tuhan, hidupkan kami dengan limpahan kasih sayang
Jangan cabut nyawaku sebelum ia bahagia
Sebab, bila ku mati dia (anakku) sendirian
Tak ingin ku membuat pipi kecilnya menanggung basah