AKU DAN WAKTU
Oleh Nur Rachman Sidiq
Kau adalah sambutan
Dua belah mata pisau yang berbeda
Jika kau hadir
Akankah aku harus percaya pada takdir
Berpura-puralah sedih
Agar tak terasa sia-sia semuanya
Karena aku menunggu pagi, siang hingga petang yang suram
Bertekuk lutut pada dunia yang tertawa
Membiarkan emosi ku mengitari dunia
Hingga aku tau semua ini nyata
Demikian aku meminta pada utusan mu
Yang setiap kesempatan menemani ku dengan bisu
Diam tanpa mau menjawab berjuta tanya
Dalam setengah gila
Aku mengemis cara pada orang yang lepas tertawa
Tanpa tau kau injakan kaki di belahan dunia yang mana
Aku percaya sabar ku ini berarti
Jika tidak, tak mungkin ku bertemu lagi disini
Namun jangan katakan pada sesuatu yang membawa mu
Aku tak ingin melukainya
Karna dia setia
Dan tak akan pergi karena dusta...