WANITA KUNCIR KUDA
Oleh Bayu Try
Kosong perjalanan dengan kaki sebagai topang
Melangkah ke keindahan saat masih ada senyum yg terpancar
Semua raut muka orang-orang dan seisi ruangan yang terlihat menyenangkan
Tak bisa membelah keseriusan pada sosok wanita kuncir kuda
Andai bibir ini bergerak untuk mengungkapkan kata-kata kepadanya
Tak kan ada penyesalan dalam diri ini untuk selamanya
Terlalu meremehkan waktu hingga sang penyinar terus bangkit di ufuk timur
kemarin, hari ini, esok, dan lusa masih sama melihat senja di ufuk barat
Melihatnya dalam diam dan berpapasan tanpa sepatah kata
Kini wanita kuncir kuda telah hilang ditelan jadwal yang berbeda
Jika waktu mempertemukan akan ku sampaikan pesan yang selama ini ada.