PUISI ASMARA SEPI
Oleh Mamang Rijal
Bulan bercadar mendung
Kecipak air tertusuk hujan
Cahaya temaram kelam
Tanah lembab diam tenang
Pada batas sepi aku tiba
Memeluk jiwa haus kasih
Berjabat dengan rindu lirih pelan
Asmara diam tenang
Lalu hampa berbisik:
Adakah lagi kelam yang kelam?
Ketika bulan bercadar terdesak tak berkutik pada
Tanah lembab diam tenang?
Dan jiwa berujar pula:
Adakah lagi rindu yang lebih rindu
Ketika dibatas sepi aku bicara pada
Asmara diam tenang