MUSIM PANAS
Oleh Ika Widiawati
Embun pagi enggan bercengkrama
Penguasa siang begitu garang
Udara semakin membuat sesak
Aroma kemarau mulai semerbak
Hingga pagi pun tersibak
Terik surya membara
Menyengat rambut merahku
Melumpuhkan aktivitasku
Langit bumi dengar celotehku
Udara panas semakin menderu
Rasa sesak dalam dadaku
Rasa resah dalam kalbu
Menyatu tanpa ragu