PAHITNYA CINTA BERCERITAOleh Andra Hasibuan
Terbetik rintik-rintik titik
Kalimat-kalimat mensiasatkan hati
Dipelintiri kata perambah luka
Pada barisan hari-hari
Lontaran lidah tak lagi bersiul
Sekelumit bibirku beku kelu berucap
Badan membulirkan keringat…
Rona seraut sembraut menua
Tak berpulang lagi kewajah muda
Bersama-sama asa-asa hilang
Pada Sejuta kenang di kelabui malam
Tamu di sang pemimpi Hadir
Tak berupaya tertepis
Selalu hadir Menghantui
Dibalik bayang-bayang malam…
Kisah Bak empedu,
Tatkala Tertelan oleh perasaku
Begitu Pahit liur meresapi
Diperjalanan liku aku terlantar
Terhempas tak Berurus
Bertapak-tapak bukit nan terjal
Penuh bebatuan bergigi-gigi
Tajamnya mencabik-cabik…
Sepasang bola bening
Dulunya memacari senyumku
Berikan tegur sapa dimusim sendu
Sosoknya ayu beri keteduhan
Mau duka-luka ia beri
salingnya berbagi-bagi…
Kini…
Ia pergi beri kasih sedih segurat
Bahtera baru pemula hendak berpetualang
Dilautan penuh mimpi
Badai diperjalanan menghantam begitu deras…
Sungguh…
Tiada Aku kuasa berpikul
Ia terbaring Dikerubungi orang-Orang
Kanker Gerogoti otak Nan Begitu ganas
Tak Lagi beri satu kesempatan
Rasa sesak menggerogoti Sukma
Gemuruh darah kian berombak
Kaki nan ter ayun kini tak bertulang
Lunglai aku berpijak…
Hanya batu nisan kini nan aku sentuh bisa
Bukan wajah nan lembut bisa kubelai
Tiada Satu senyuman nan terlempar
Hanya hamparan Merah tanah nan mulai kering…