MENYEPI DALAM PUISI
Oleh Yuli Prihatini
Biarkan aku menatapmu lekat.
Menjagamu dengan doa yang ku panjat.
Menahan rindu pada engkau yang masih ku ingat.
Rindu, rindu, rindu dan rindu.
Aku benci rindu.
Rindu cuma hanya membuat sendu.
Tak pernah ku alami rindu yang berujung temu.
Seperti ombak yang berakhir di tepi pantai.
Bagai malam berganti langit jingga.
Umpama rinai hujan yang membasahi kemarau.
Aku, aku ingin menyepi dalam puisi.
Bersama kenangan yang tak ingin pergi.
Haruskah aku beranjak pergi.
Meski lara masih terus menghampiri.
Sebab hatiku berteriak masih ingin disini.