BAGAI DAUN YANG JATUH BERGUGURAN
Oleh Diva Rizki Azizah
Malam yang sunyi tanpa bintang kejora
Hanya suara angin yang menyapa
Rasa yang tertanam di dada
Hilang seketika
Bagai bunga jatuh dari tangkainya
Harapan yang tak pernah bertepi
Mimpi yang selalu datang menghantui
Hilang bagai disapu ombak pantai
Setelah sekian lama kutulis namanya
Menanti saat indah bersamanya
Kini hilang hanya dengan kedipan mata
Bagaimana tidak?
Setelah begitu lama
Aku menyimpan rasa dan kukira
dia memiliki rasa yang sama
Hari ini tepat di depan mata
Kulihat mata teduhnya tertuju pada orang lain
Bercumbu mesra bagai dunia miliknya
Hancur hatiku seketika
Bagai daun yang jatuh berguguran
Mengapa kau berikan harapan tanpa kepastian?
Disaat indah matamu memberiku kehangatan
didalam dinginnya kehampaan
Disaat hausnya akan cinta
Kau datang menghampiriku dengan membawa hangatnya kebersamaan
Namun bagimu itu semua hanya biasan angan
Mengapa aku begitu bodohnya?
Untuk menyadari semuanya
Mestinya hati ini sadar bahwa bukan aku yang dicintainya
Bukan namaku yang tertulis di hatinya
Bukan kenanganku yang ada di memorinya
Bukan suaraku yang selalu didengarkannya
Dan bukan senyumku yang ada di setiap tidurnya
Mestinya aku sadar
Bahwa aku hanya sebutir debu di matanya
Kini patah hati telah kurasakan
Bagi daun yang jatuh berguguran
Mataku sudah tidak tahan
Melihatnya merajut kebersamaan
Bersama orang yang ia harapkan
Dan kini bukan hanya patah hati
Tapi semuanya telah pergi
Hilang bagai diterpa angin
Harapan yang berhenti
Mimpi yang hanya akan jadi mimpi
Surutnya gelora cinta dalam hati
Bagai pohon yang telah mati