ELEGI IBU PERTIWI
Oleh Jun Noenggara
Piring-piring nasi gelas-gelas kopi
masih bersih di lemari
Pagi ini langit muram sekali
Tak ada senyuman mentari
Di bibir ibu pertiwi
Di kamar mandi ada yang bersenandung sedih sekali
Di halaman rumah bunga-bunga layu tak lagi berseri
Dan burung-burungpun seperti sedang sakit gigi
Tak lagi riang bernyanyi
Di tengah ruangan dihidangkan aneka berita televisi
Dari yang sudah basi hingga yang masih hangat sekali
Tentang duka negeri ini
yang dilanda bencana tak henti-henti di sana-sini
Di mana-mana pohon-pohon ditebangi
Kayu-kayunya dicuri dan dijual ke luar negeri
Dan ketika musim berganti
Kita tak dapat lagi berlari
Menghindar dari terjangan bah tragedi
Sungai-sungai dicemari
Ikan-ikannya pada mati dan tak lagi bisa dikonsumsi
Dan kita mandi berlumur mercury
Di Bandung, di Padang, di Cianjur, di Galuga dan di seluruh pelosok negeri
orang-orang pada mati
Terkubur gunungan sampah yang runtuh buangannya sendiri
Ratusan ribu anak ibu pertiwi direnggut nyawanya
ketika laut mengamuk ganas sekali
Menjulurkan lidahnya hingga jauh ke ujung barat bumi
Mereka mati diterkam tsunami
Di serambi rumah Ilahi
Di serambi rumah Pertiwi
Dan lumpur lapindo belum mau berhenti
Menyemburkan nanah dari lukanya yang amat dalam di hati
Habis disetubuhi beramai-ramai dengan kejam sekali
Jangan salahkan kami, kilahnya
Mereka sibuk berargumentasi
Tak lagi acuh pada janji-janji
Dan kitapun terpaksa pergi menyisi
Berbondong-bondong sebagai pengungsi
Berkelahi demi sebungkus mie
Antri berebut minyak dan gas bumi
tabungan ibu pertiwi
Yang hilang dan susah dicari
Ya, Ilahi betapa pilu hati ini
wajah ibu pertiwi yang dulu cantik sekali
Jadi rebutan para koloni
Kini hancur di tangan suami
Dan anak-anaknya sendiri! (2010)
_____
Punblish: 22/12/2015 11:48:17