DIA DI KEGELAPAN MALAM BROKEN HOME
Oleh Stephani Thalia
Di dalam mimipiku yang kelam yang hiasi tidur panjangku,,
Tampak seorang gadis
Yang begitu lelah dan letih
Pintu rumah yang tertutup rapat
Tiap jejak tiada tawa
Canda tawa diterjang gelapnya malam
Dinginnya udara di tengah malam
Terlihat seorang anak perempuan
Mencoba berlindung dibalik jaketnya
Aku mengenal gadis dalam mimpiku semalam
Saat kuberanjak dari tidurku kupandangi kaca
Ia termenung di tepi jalan raya di tengah malam penuh suram
Menanti pundak yang tak kunjung datang
Ia adalah seorang anak perempuan berusia lima belas
Mencoba untuk kabur dari rumah
Nilainnya semua mengecewakan
Lengkapi sikapnya yang buruk dan takabur
Tidak ada yang menyukainya
Termasuk kedua orang tuanya
Ia tak kunjung akrab
Setiap malam takut dengan kejinya pemerkosaan ia hiraukan
Ia ditolak, oleh semua teman temannya
Karena ayahnya ialah sang peminum, sang perokok berat
Orang tuanya sedikit perfeksionis
Kepada nilai haruslah sempurna
Terlebih gurunya selalu menghukum
nilainya terlalu jelek
Saat kuusap rapotnya yang telah usang
Tertera nilai 70
Itu yang membuatnya dihajar ayahnya
Ia bersekolah di sekolah yang paling terkenal,
Orang tuanya seringkali berselisih karena krisis ekonomi
Gadis itu kian hari kian menjerit
Ia berubah menjadi lebih terbuka
Membuka semua kenangan yang ia simpan di dalam
Ia tak peduli lagi
Ia membuka diri selebar mungkin
Namun tiada yang mau masuk
Tiada yang menghiraukan
Pintu terbuka di tengah bisingnya kerumunan manusia
Disana, gadis remaja itu masih termenung
Termenung berusaha membuka diri lebih lagi
"Kehidupan diluar sana begitu keji, jangan buka dirimu, jangan,
Jangan buka dirimu!"