SUAMIKU DI USIR DARI KAMPUNG HALAMNKUOleh Imam Aris Sugianto
Pulang kampung dari perantauan sambil membawa pasangan
Dua sejoli yang masih memadu kasih
Saling memberi kebahagiaan satu sama lain
Tinggal serumah dirumah kedua orangtuaku di desa
Pernikahan siri telah menyatukan kami berdua
Merajut asa dalam menggapai impian
Aku bahagia dan tersanjung dalam kehidupan
Merasa sempurna menjadi perempuan
Diriku hamil sekitar enam bulan
Suamiku adalah kebanggaanku
Aku selalu berkoar karena dia adalah seorang abdi negara
Siapa yang berani menggunjing atau meremehkan keluargaku
Aku pasti langsung bilang suamiku agar dia memberi pelajaran pada mereka
Airmataku mulai bercucuran
Kepala desa mulai mempersoalkan status pernikahan kami
Mereka bilang pernikahan kami tidak sah
Pernikahan siri kami dianggap hanya lelucon semata
Kami dituduh kumpul kebo tanpa ikatan
Mereka seakan-akan ingin melunyahkan kehidupan rumah tanggaku
Menginjak-ngijak harga diriku dan suamiku dimata masyarakat desaku
Aku berusaha membela suamiku dengan segala kemampuanku
Suamiku mencoba menjelaskan status pernikahan kami dengan jelas
Tapi mereka tidak mau tahu
Mereka hanya ingin suamiku henyak pergi dari kampung halamanku
Aku hanya bisa pasrah
Hatiku sangat perih dan sakit tiada terkira
Tapi apa daya, aku hanya perempuan biasa
Hukum berkuasa tanpa memandang siapa-siapa
Melalui mataku sendiri
Aku melihat peristiwa itu sangat miris dan krisis
Tangan kami seolah-olah berpisah secara perlahan
Suamiku diusir dari kampung halamanku
Hubungan kami kandas pada waktu itu,
Tiada kabar,
Tiada kunjungan lagi ke desaku
Aku cari dia ke kota
Namun nihil hasilnya
Karya : Imam Aris Sugianto
Bojonegoro, 08 Agustus 2014