PILIHANKU
Oleh Stevensius Entareng
Gelap dan pekat melilit
Sunyi dan senyap menghimpit
Melekat tak ada sekat
Menghimpit semakin erat
Tak tahu jalan yang harus aku tuju
Semua jalanku buntu tertutup batu
Haruskah aku habiskan rasaku dengan penantian
Walau dirimu tak pernah aku dapatkan
Bintang di langit hiasi malam degan lukisan terindah
Namun hatiku masih setia menunggu dirimu sendiri
Pilihanku hanyalah menanti dirimu di hati ini
Apakah rasa dihatiku ini salah ataukah aku harus mengalah
Rembulan malam memandang sambil merekam
Tuliskan kisah yang tak pernah berakhir dihatiku
Aku bagaikan kicauan burung di pagi hari yang kelam
Akan hilang dan pergi setelah mentari menghadap langit biru
Stevensius Entareng