MIKROBA
Oleh Rasull Abidin
Di atas langit kerlip bintang gagah perkasa
Membentur bayangan yang ku paksa terkuak,
Gelapnya telah membalut malam, wajah bulan ibarat sabit, tenggelamlah bersama tidurku dalam dengkuran perut..
Bila
aku pergi melaut, hamparan samudera menyenggol kering mukaku, yang
senantiasa berlumpur kabut dan penuh lumut...bekasnya ibarat tapak kaki
pada celut,
Pada kertas,pada pasir,pada rumput...
Kemudian tertusuk duri yang ku terobos tak peduli...perih,didalamnya nanah merona..
Di telaga, kabut keluar menjelang fajar
Perlahan musnah menguap didinding angan...
Kemana langit yang gelap...
Dimana gagah gemintang,
Bulan...sengaja hilangkan jejak
Dimana usia muda yang enerjik
Ibarat senja telah condong...
Dan cakrawala tempat tenggelam
Namun lumut tetap erat terekat, menjadi benalu yang ku bawa, langkahku terseok..
Gemetar kaki berpijak bumi,
Dari tempat ke tempat berhujat sumpah.
Bila bukan karena kasihMU,
Gelap
pandangku kian buta, matahari tetap menyala...samudera takkan cukup
bersihkan mandiku, dan hujan takkan sanggup menyejukkan mimpiku.
Gemuruh petir membahana, di kegelapan hati menjadi percikan cahaya..dalam sekejab,
Bila bukanlah karena karuniaMU
Buta mataku terbius dunia mimpi,
Gelap naluriku mengejar rembulan...
Dan aku terkapar di lumbung lumbung perut,
Menjadi mikroba merajalela, mengrogoti limbah cahaya kemudian terkapar dan mati...
Rasull abidin, 10 Mar 2014
Masalembu.