IMPIAN 4CMOleh Omeck
Beriak ombak dilautan lepas,
Karang bergetar dihempas gelombang,
ingin
rasanya aku menyelam, agar ku tahu berapa dalam kemampuanku, agar ku
tahu berapa lama aku mampu bertahan, agar ku tahu apa saja yang bisa ku
temukan.
Berpeluk dalam kedinginan malam, begetar badan yang
berbalut selimut, meresapi sunyi sepi malam yang kelam, memejamkan mata
menanti surya menyapa pagi, agar gelap kelamnya malam segera berlalu.
Kala
embun menetes disela-sela dedaunan, sinar mentari menerpa wajah kemayu,
lemah rasanya untuk bangkit menyaksikan keindahan pagi, hanya harapan
dan angan yang berseru keras namun tak mampu menatap, tapi setidaknya
mampu merasakan kehangatan.
Seraut wajah cantik menjadi
sarapan pagi untuk mata ini, tak dapat terpejam setelah puas
memandanginya dengan lahap, bibir ini bergetar ingin menyapa, hati ini
tak karuang ingin bertanya, siapa dia, dari mana dia datang, otak dan
hatiku menyatukan pendapat, dan kupikir dia adalah bidadari pagi.
Kudekati
dia yang duduk diantara jutaan bunga yang bermekaran, wanginya
mengalahkan wangi bunga bunga yang ada, kulit putih merona dan berseri,
ingin rasanya kupetik setangkai bunga dan mengeluskan diantara kulitnya
yang bersih dan mulus, namun kutakut bunga itu menggores kulitnya yang
bersinar.
Kurang 7 meter aku mendekatinya,
kurang 6 langkah aku berada didepannya,
kurang 5 jengkal aku mengejutkannya,
kurang 4Cm aku mengenalinya.
Namun
semuanya terlambat, seharusnya hanya 4Cm itu yang kupakai untuk
mendekatinya sebelum orang lain mendahuluiku, namun mimpi itu terhenti
pada jarak 4Cm setelah ia pergi bersama orang lain.
Omec'k