KATAK MENCARI HUJANOleh Ahmad Azhar
Anganku menjulang tinggi
Menggapai asa, menyentuh putih mega
Berselendang senja
Hitamku pun mereda
Tersiram radiasi cinta nirwana
Kutatap eloknya
Habis miskin anganku kering
Menguap oleh hawa panas matahari cinta
Dadaku sesak..
Jantungku bedegub mendesak..
Terkesiap menyaksikan indahnya
Pesona yang membakar bara jiwa
Anganku pun melayang tanpa batas
Ketika saksikan raga bersenandung tanpa balas
Diri ini berpeluh kesah
Berteman guratan bait-bait puisi asa semu
Menanti kumulus berkumpul jadi kumulo-nimbus
Menanti turunnya hujan di tengah kemarau cintaku
Wahai engkau mega!
Anganku mungkin terkesan gelap padamu
Namun citaku putih, seputih wajahmu
Wahai mega si gumpalan awan
Andai dirimu tahu...
Aku padamu laksana katak di tengah kemarau panjang
Acap menoleh padamu, harapku engkau telah dirudung hitam
Wahai engkau mega si awan kumulus
Dengarlah bait sandi-sandi puitisku...
Dengarkan dan Ajarkan padaku...
Ajarkan cara turunkan hujanmu,
Tanpa perlu meng-asa mendung hitamkan putihmu
Wahai engkau mega di langit nan tinggi
Tengoklah padaku
Tolehkanlah senyum indahmu itu
Dan, tataplah... kumohon...
Lihatlah aku, katak buruk rupa ini berada di bawahmu
Mengharap dan selalu berharap, menunggu hujan dari hatimu kan banjiri kolam kosong di hatiku....