SENYUM PENYEMBUH LUKA
Oleh Rosita Nadif Priyatna
Sejak kecil aku didik oleh sosok paruh baya
Belajar sepeda hingga aku jatuh terluka
Tapi itu tak lama, karna ayah datang sebagai penyembuh luka.
Senyum terukir diwajahnya
Air bening mengalir dari matanya
Tak tega melihat putrinya jatuh terluka
Menahan rasa sakit tersiksa.
Aku tak mengerti apa apa
Tapi rasa perih di lutut ini begitu terasa
Lagi, senyum terukir diwajahnya
Rasanya sakit ini hilang begitu saja.
Kuhapuskan air matanya
Hingga kami tertawa bersama
Dibawah langit jingga
Bersama hilangnya senja.