MENGHIBUR PETAHANA
Oleh Fadh ahmad arifan
Walau kalah telak di Putaran kedua
Tak surutkan ratusan relawan dan warga
Pagi-pagi datangi balai kota
Demi menghibur petahana
Ratusan karangan bunga
Dibeli dari toko yang sama
Menyesaki halaman balai kota
Membludak hingga ke tepi jalan raya
Petahana diperlakukan bagai raja
Minta jabat tangan dan foto bersama
Tapi petahana tak bisa layani semua warga
Karena ada acara lain di hotel Bidakara
Menyimak aneka kekonyolan mereka
Kita perlu ambil kesimpulan sementara
Bahwa fanatisme buta...
Membuat mati nurani dan logika