RABU SENJA
Oleh Alwi Alaksa Parmanda
Muka dermaga
Menerawang jauh ke sudut pulau
Matamu tak sekalipun berkedip
Seperti ombak yang menerjang batu batu pantai
Rabu ini tepat setahun ia pergi
Melepaskan diri dari kerasnya tangan takdir
Dia tertidur dan tersenyum
Namun tidurnya membawa duka
Lukamu tiada cukup dalam ku mengerti
Hanya sayup matamu telah melukiskan cinta yang teramat dalam
Pada dirinya yang tidak lagi mampu kau genggam
Hadirku laksana angin , yang singgah dan menghela nafas.
Yang dinginnya
Tak pernah mencapai duniamu
Suar telah di kayuh, langit pun mencuri senyum pada sisa awan
Sedangkan aku?
Masih berperang dengan bayang kenangan
Bergulat dengan dinding hatimu.