PERADABAN MIMPI
Oleh Moh noli
Deras Air hujan di tengah terik mentari siang ini
Membendung bah yang singgah di gubuk reyotku
Perempuan perempuan setengah kuli berebut nasi untuk dapurnya
Karna anaknya yang selalu menanti bungkusan penyambung mimpi
Di peradapan yang sulit bahkan semakin sempit
Tulang tulang kering berbalut kulit keriput
Bertahan dengan doa untuk mereka
Semua seolah terbang ke awang
Tak lagi mampu ter beli
Akan ku jawab apa jika dia bertanya
Atau kuroncekan dusta baru untu harapan yg menghilang
Hmmm
Ku punya nahkoda ,dengan sekoci yang terombang ambing ditelaga ini
Tali menalinya mengikat erat di genggam peradapan semunya
Jangkarnya kuat mengkilat ,tampak berkilau
Begitulah harapan yg telah menghilang
Untuk indonesia ku