PENUNGGU PINGGANG GUNUNG
Oleh Milia
Hari cepat berlalu saat menatapmu begitu dalam
Menyisakan kecupan bisu
Menunggumu di setiap sisa-sisa waktu
Sebelum berpisah
Tak lelah kakiku berlari di bukit bukit demi menuntun tawa yang hilang dari wajahmu
Malang mimpi ,menjadi mimpi yang menghantui setiap sentuhmu
Mengintip secangkir kopi saat hampir senja
"Rasanya pas?" Ah terlalu kejam
Pantas sajah ku disebut gadis kecil, secangkir kopi pun tak mampu ku suguhkan untukmu
Sepi-sepi tak berdesah ingin memaki mati salahku
Esok , mungkin atau kapan
Tak apalah , di pinggang gunung
Ada doa, meminta catatan cara membuat kopi demi penakluk hujan
(Februari,2016)