KALDERA WAKTU
Oleh Safitri Ariyadi
Kaldera Waktu
Ini sebuah lawakan belaka, atau ilusi semata?
Bukan aku yang menentukan akan jadi seperti apa waktu itu
Bukan aku yang menyuruh waktu itu meledak untukmu
Bukan aku, tapi waktu sudah bererupsi
Ia bererupsi...
Tak sanggup menahan, luapan rasa yang menjadi dentuman semesta
Bukankah hal yang biasa untukmu, selalu mendapat rasa
Namun kenapa rasa ini tak kau ambil ?
Kamu fikir aku mengnginkan waktu bererupsi ?
Ia bererupsi, hinga membentuk kaldera waktu
Kaldera itu kini menjadi sebuah kebahagiaan
Kebahagiaan bagi mata dunia yang mengunjunginya
Lantas kenapa?
Setelah sekian lama, kenapa sinarmu baru muncu
Seolah kau tak bersaah sedikit pun
Tapi, biar ku ingatkan sekali lagi padamu
Kaldera itu tidak untuk kau kunjungi !