JAWAB TANYA
Oleh Milia
Merakit detak gerimis
Yang tumpah di kota kecilku
Rinduku pun hinggap di dedaun
Esok tak ada lagi sunyi kelabu
Sekian, hari ini ku kuburkan namamu dalam doa , pergilah
Aku gadis kecil milik Tuan kopi
yang tak lagi
Tersesat di baris -baris kalimat "rindu untukmu"
Diatas kota, terbenam utuh syairku
Kembali dengan sepasang sayap yang ku jahit semalam , harap tak ada kuatir untukmu
Entah itu aroma ataupun tubuhmu sendiri , maaf sudah ku biarkan kau pergi walau lewat sela jendela kamarku
Biarlah tiang-tiang punya aku kamu "kita" hanyut dalam seteguk air mataku
Sekali , untuk kali ini
Dan menjadi akhir dari kisah yang
Sudah kita junjung
Terimakasih pernah hadir , walau takdir memilih ini di akhiri
Terakhir, aku mahir melupakanmu~