DIA
Oleh Ervine Ari
Tengah malam sudah lewat
Pandangan kabur tak melihat
Hati berjalan mulai tersesat Ingin kembali sediakala namun terlambat
Relung dada masih juga menjerat
Hanya ada sebuah firasat
Tiada cara maupun siasatYg terikat
Masih gelap gulita dunia sekarang
Meski bintang bersinar terang
Kini bulan tersenyum menggirang
Dan lampu jalanan terbit melintang
Cara yg ada tak juga cermerlang
Masalah cinta yang tak terbalas
Hanya bayangan lewat melintas
Menghilang memudar sinar bias
Namun hati seperti terlindas
Miliaran kata agar membuat mu terkesima sepertinya sia sia
Hati dan bibir berucap seirama
Terjebak dalam semerbak yg menyesak dada
Dan meninggalkan luka bekas goresan lama
Meneteskan air mata
Membendung dukacita Membalut hati nestapa
Namun kata tak bermakna
Masalah keinginan untuk mengungkapkannya
Aku tak bisa
Ribuan arah jarak kita
Gelombang untukku bicara
Satu satunya cara yg ada
Salahku yg terlalu perasa
Sesekali sepatah kata kulontarkan padanya
Namun hambar tak terjawab
Dia yg untukku utopis
Namun sungut nya mencambuk bagaikan najis
Jumat 3 Juni 2016