MENTARI SENJA
Oleh Miki Rahmat
Ini tatapan kesekian kali
Dari sudut pandang diri
Diri yang sendiri
Menyendiri ditetepi
Memerah
Bukannya darah
Bukan pula nyala suar
Terbentang berlembar-lembar
Lelahkah kau bersinar?
Tampak dirimu mulai tak berkobar
Menebar mega-mega merekah tajam
Isyarat tanda hendak padam
Sang mata perkasa
Kini kantuknya tiada lagi kuasa
Dibalik celah-celah cemara
Melambai pada kelam yang hampir tiba
Gurauan gerimis
Membuatnya semakin tertepis, terkikis
Manakah tatapan tajam itu, dengan pengap harap
Kicauan-kicauan tak lagi syahdu, hilang oleh gelap
Kembalilah esok
Kembalilah engkau yang tak lagi bersosok
Dengan sinar elok
Ditimur ufuk pojok