SABDA RINDU
Oleh Anjas Ahmad Munjazi
Merindumu..
Kesempurnaan yang memahat dalam sukmaku
Hati meringis air mata menangis
Takan sanggup kau membendungnya
Bila telah jua kusibakan rinduku pada rindang pohon menjadi siluet berlatar bulan
Lalu kau tanya, “ untuk apa rindu itu?”
Teruntukmu yang masih kukagumi
Teruslah memberi arti yang berarti
Merindumu…
Hanyalah jalinan aksara
Malam yang dingin dan lingsir
Langit tak bersuara rupa
Harus kusimpan dimana rinduku ini..?
Bila gelap malam tak sanggup jua menyembunyikannya
Akankah rindu ini masih tetap menggebu..?
Yang membuatku pilu dalam sembilu
Menyiksa tanpa ampun dinginnya hati karena merindu
Teguk rindu itu
Makan rindu itu
Enyah akan semua rindu yang tertanam
Yang akan tumbuh dan mengolah menjadi cinta,
Atau mendistorsi dan melayu menjadi benci?