PANORAMA SARASAH, AIR TERJUN TUJUH TINGKAT
Oleh Alek Wahyu Nurbista Lukmana
Semuanya tampak indah
Layaknya "GRAFITI" yang terpampang di pinggiran jalan
Membentuk jalur dan terbagi dua menjadi beberapa potongan
Kekasih, disini juga ada beberapa coretan
Ada yang membuat namanya sendiri
Dan ada juga yang mengabadikan momen untuk keterikatannya masing-masing
Aku sedikit cemburu dan juga sedikit terganggu
Tak peduli bebatuan, tak peduli pepohonan,
Nasing-masingnya dicoret dengan berbagai warna dan bermacam nama
Jenisnya pun beragam kekasih,
JIka kusebutkan satu persatu tulisan ini tidak akan berakhir
Tapi dari sekian banyak yang memberi warna hingga beragam nama
Tak satupun kulihat sketsa rupa terpampang di bebatuan ataupun di pepohonan,
Yang ada hanyalah tulisan dengan berbagai warna dan beragam nama
Awal yang baik terlintas di fikirku
Ketika mengamati setiap lajunya air
Yang dikawal oleh beberapa kenari,
Menari di rimbunnya alam ini
Kekasih, tak perlu aku berfikr dua kali atau ketiga kali
Ini sudah kuteteapkan, bersama namamu, bersama rupamu, dan bersama cintaku
Akan aku lukis momen ini disetiap lekuk jemariku
Melukismu ditengah pusaran air ini
Tempat yang sama sekali belum terjamah
Kekasih, kulukis sketsamu di hamparan sungai ini
Kubatasi pergerakannya sedikit
Dengan menyumbat seperempat bagian dari luasnya sungai ini
Kumulai dengan sentuhan pada kerikil kecil, lalu meluas hingga ke tengah pada pusat pusarannya,
Lalu kugenangi semua, kucurahkan segala yang aku punya
Agar rupamu selalu terlihat cantik, anggun, dan menawan
Mungkin ini sedikit berbeda
Atau juga aku dianggap gila oleh para pengunjung ini
Namun aku yakin, begitu sketsamu selesai,
Akan bayak para pengunjung yang berdatangan dan berdecak kagum
Menikmati keindahan dari rupamu
Sketsa seorang gadis yang begitu memukau, anggun dengan senyumanya
Melontarkan pesan cinta
Yang akan membawa para pria untuk melukis sketsa kekasihnya di sungai ini.