AKU KANGEN KAMU, DIK
Oleh Gatra Aksara
Doa-doa tiada henti kupanjatkan,
Kepadamu Dik, yang telah berhasil
Mengukir duka lewat perpisahan
Dan air mata yang selalu mengalir
Jangan berfikir negatif kepadaku
Karena doa-doaku sangat indah
Aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia
Tanpaku, yang hanya mampu memberi cinta sederhana
Pernahkah kamu merenung berfikir tentangku, Dik?
Keadaanku saat ini, setelah kita telah berjauhan?
Laki-laki miskin yang hanya sanggup membelikanmu,
Sebuah cincin mitasi dengan harga murah di pasar malam?
Ingatkah kamu Dik,
Ketika pertama kali kita bertemu sepulang sekolah,
Di dekat pasar lalu aku mengantarmu pulang,
Meski diguyur hujan lebat kita masih bisa bercanda,
Dengan seluruh pakaian seragam dan tas basah kuyup?
Ingatkah kamu Dik?
Ketika aku mengungkapkan cinta kepadamu,
Wajahmu terlihat malu dan pandanganmu menunduk?
Sejenak kamu terdiam, lalu menggenggam tanganku tanpa jawaban
Dan ternyata mau menerimaku dengan senyuman tulus
Ingatkah kamu Dik?
Setiap hari di waktu pagi ku mengantarmu ke sekolah
Dan juga menunggu lalu menjemputmu pulang,
Sampai-sampai ku korbankan pendidikanku sendiri,
Hingga surat-surat panggilan orang tua sering ku dapat?
Ingatkah kamu Dik?
Bibirmu yang tipis pernah berkata;
'Mas, aku yakin kamulah jodohku'.
Dan beberapa jejanjian manis yang penah kita jalin,
Di setiap pertemuan atas dasar cinta dalam hati?
Seringkali aku berfikir setiap malam sejak kau pergi,
Mengapa kamu tega melakukan semua ini, Dik?
Apa cintamu sepenuhnya kepadaku telah musnah?
Pengorbananku terbukti sia-sia dan kosong selama ini
Begitu dahsyatnya kesedihan dan luka di hati
Aku kangen kamu, Dik,..
Ingin melihatmu tersenyum kembali
Bagaimana kabarmu sekarang,
Dengan laki-laki yang kamu cintai?
Kota Surakarta,
Dalam Kenangan, 2012