BERHARAP
Oleh Siti Yunawaroh
Dalam hening aku termenung,
Berharap ada sosok lembut menghampiriku,
Memberi kehangatan ditengah dingin,
Memberi titik cerah dalam pandangku,
Berharap akan datang seseorang,
Yang membawa senyum yang menyejukkan,
Menghapus tetesan permata yang mengalir dikedua pipi,
Memberi dekapan hangat penuh kasih,
Membelai lembut penuh cinta,
Menasehatiku dengan kata-kata indah,
Membuatku tersenyum merekah,
Berharap akan datang seseorang,
Seorang dewi yang berjasa,
Yang menjadikan aku ada,
Menuntunku dalam kebaikan,
Memapahku saat aku jatuh,
Memelukku saat aku lemah,
Dipelukannya aku merasakan kehangatan,
Dipelukannya aku merasakan kenyamanan,
Kenyamanan kasih sayang seorang Ibu.
Berharap bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan itu,
Berharap kebahagiaan itu bersamaku,
Berharap kasih sayang itu menyelimutiku,
Berharap dan terus berharap,
Namun takdir seakan tak mengijinkanku,
Membiarkanku dalam perasaan ingin tahu,
Membiarkanku berada dalam kehampaan,
Bagai mentari yang berjuang agar terus bersinar,
Tanpa seorangpun menemaninya,
Tak seperti bulan yang dikelilingi beribu cahaya,
Berkelap-kelip mengejekku yang kesepian,
Apakah mereka tak malu ? Mereka bahkan tak melihat sinar sang mentari yang tengah berjuang sendiri,
Sepertinya aku memang ditakdirkan seperti mentari,
Berjuang seorang diri tanpa kehadiran Ibu disampingku,
Tak ada sepatah katapun untuk membuatku kuat,
Bahkan aku belum pernah merasakan hangat pelukannya,
Belum pernah melihat senyum manis dibibirnya,
Yang kulihat hanyalah gundukan tanah yang rapuh,
Yang dikelilingi tangkai kamboja,
Namun, aku selalu berdo’a dan berharap agar Tuhan selalu meneranginya,
Berharap mendapat tempat terindah di syurgaNya,