UNTUK CINTA YANG BELUM PERNAH BERTEMU
Oleh Aida
Malam ini mataku berat sekali,
Sebuah lagu mengurung telingaku
Untuk masuk ke sebuah tempat teramat dalam
Yang tak kau ketahui.
Ada perasaan rindu,
Tapi aku enggan mengatakannya,
Ia selalu lebih berat dari dua kantuk kita yang disatukan.
Aku membaca sebuah puisi yang ditulis seorang penyair.
Puisi itu bagus sekali dan aku ingin membacakannya
Di hadapanmu dengan suara yang pelan-pelan.
Semakin lama semakin pelan
Agar kau lebih saksama mendengarnya.
Kemudian suaraku nyaris habis supaya kau mendekatkan telingamu ke bibirku.
Akhirnya suaraku hilang,
Dan kau kini yang membacakan puisi itu untukku.
Ingin adalah semacam angin yang diembus seseorang
Kemudian ditinggalkan begitu saja.
Kurang lebih seperti itu.
Ini hanya inginku.
Terlalu mengada-ada untuk sesuatu yang tak benar-benar ada.
Biarkan aku menyakiti diriku, lagi.
Aku tak suka terluka yang tanggung-tanggung.
Biarkan aku membayangkan cinta itu sesungguhnya perkara apa.
Sebab rasa sakit itu ternyata ada—bahkan untuk kita,
Yang belum pernah berjumpa.