TERUMBU
Oleh Sanita Nurvia
Kuselipkan harapku diantara samudra ilmu
Mantapkan kalbu melewati sajadah rindu
Mengoleskan syair firman-Mu dalam pikirku
Renungan ruhku berlari seiring jembatan buntu
Jangan takut berlalu
Karena waktupun enggan menyatu
Akan terputus seiring raga yang layu
Saat berhenti rongga paru-paru
Terhempas naluriku
Menerobos liang-liang terumbu
Karangnya keras bagai kayu
Tapi kokoh selalu
Bantul, 10 Agustus 2016