TENTANG HATI
Oleh Trisnatya Mahardhika
Dear,
Entah harus mulai dari kata apa aku harus menulis cerita ini.
Cerita tentang kerinduan hati yang begitu mendalam.
2 bulan sudah kita terpisah,
2 bulan pula kita tak saling bertatap muka bahkan bertegur sapa.
Mungkin dirimu disana sudah melupakan tentang cinta kita berdua,
Namun sulit bagiku untuk menghapus kenangan itu.
Senyum dan canda mu itulah yang sangat ku rindukan,
Tak ada seorang pun yang dapat menggantikan.
Bahkan sampai saat ini pun begitu jelas,
Momen disaat kita masih berdua.
Susah, senang, sedih, bahagia kita selalu hadapi berdua.
Mungkin orang lain menilai kita adalah pasangan yang tak terpisahkan.
Karena setiap hari kita selalu berasama.
Pagi, siang, sore, hingga malam pun kita selalu berjumpa.
Tapi itu dulu,
Kini kita terpisahkan jarak dan waktu yang begitu nyata,
Nyata dirasakan namun sulit untuk diterima.
Mungkin kebodohan ku yang membuat dirimu pergi jauh,
Menghilang bak ditelan bumi.
seakan tak mau lagi untuk mengal aku.
Tapi aku mohon percayalah diri ku kini sudah bukan diri ku yang kamu benci itu.
Aku kini sedang berusah untuk merubah diri menjadi lebih baik,
Memantaskan diri untuk menjadi yang terbaik.
Tak mudah bagi ku merubah hidup ini,
Namun demi satu angan dan cita-cita ku,
Aku harus terus berjuang.
Tapi tenang.
Semua ini hanya tentang kerinduan,
Kerinduan saat kau ada disisi.
Bukan untuk meminta kamu kembali,
Atau mengulang kisah kita kembali.
Karena aku hanya ingin mengutip sebuah pelajaran tentang cinta yang sejati.
Cinta yang hakiki yang akan Allah kehendaki nanti.
Agar tak ada lagi hati yang tersakiti.
tM27022013