PERTEMUAN TERAKHIR
Oleh Muhammad sidik
Ku tatap saudaraku..
Mereka terpaku kosong jiwa pikirannya
Ikhlas adalah kata yang mereka ungkapkan
Walapun ku rasa itu sulit di jalankan...
Betapun aku merasakan duka mereka
yang di tinggal pergi ibunya...
Ku coba untuk menenangkannya
ku yakin ini semua belum cukup melepaskan beban duka
Tapi setidaknya mengurangi sedihnya
Ibunya adalah pahlawan keluarga saudaraku
Beliau berjuang sekuat tenaga di tengah kesakitan pikiran dan badannya....
Tak usai aku mengangumi perjuangannya untuk mencari rezeki
Tak kenal waktu,,
beliau kerahkan jiwa dan raganya
beliau ku yakin orang baik
Seluruhnya mengenalnya dengan baik
sekarang beliau sudah tiada,
ku yakin nama harumnya tetap mengudara sampai kapanpun...
Garut, mei 2016