PERSIMPANGAN
Oleh Leni Marlina Ysf
Tepat di persimpangan itu . . .
Ku melihat lelaki dengan rambut yang terbelah miring dengan seragam bola
Kakinya begitu lincah saat mengenai bola kearah rekannya
Sontak pipiku memerah dan terasa bahagia
Dia melirikku meski hanya sekejap
Namun matanya sungguh indah
Mata ini terasa berat mengarah ke yang lain
Pipi ini semakin memerah saja
“Jangan sampai aku jatuh cinta lagi” terlintas di pikiranku
Dibawah pohon dipersimpangan aku terasa kaku
Melihat anugrah yang diberikanNya untukku
Dedaunan berjatuhan mengenai punggungku
Angin yang begitu sejuk membawa hari kearah gelap
Namun dia tetap seperti itu berada di hadapanku
Aku melirik ke tanganku , 18.15 itu yang terlihat , hari sudah gelap
Sesaat aku menatap kedepan
Senyuman baru itu menghilang
Entah sudah pergi bersama angin yang lewat entah itu hanya ilusi
Sekarang aku terdiam, dan terasa sepi
Hanya berdiri di bawah pohon ini dan takkan akan jatuh cinta lagi