IBU KOTA NEGERIKU
Oleh Asep Unaepi
Engkau adalah ibu di negeri ini
Namun kau dimiliki oleh orang asing
Bangunan-bangunan yang megah berdiri
Namun bukan milik anak negeri
Luasmu memang tak besar
Namun di tanahmu semua orang beradu nasib
Antara si kaya & si miskin jelas terlihat perbedaannya
Si kaya yang haus akan kekuasaan
Dan Si miskin yang sedang mencari peruntungan
Tanahmu memang tak luas
Namun kau rela berbagi untuk semua orang
Seakan-akan tak ada tempat untuk kau bernafas
Dikala siang kau panas menyengat
Debu, polusi, kemacetan, serta suara-suara manusia dan kendaraan
Mengganggu untuk kau istirahat
Dikala malam kau memang sungguh indah
Mampu menghadirkan sorot lampu yang begitu tajam
Seakan-akan terangnya bulan & bintang kau kalahkan
Ditanahmu hampir semua profesi ada
Dari kepala negara sampai peminta-minta
Dari penjual koran sampai penjual kehormatan
Dari wakil rakyat hingga yang melarat
Ibu negeriku
apa kau tak pernah menangis
Melihat orang-orang disekitarmu yang rela menjual kehormatan hanya untuk makan
Rela menjual nama negara hanya untuk kekuasaan
Serta Rela menjual agama hanya untuk melindungi dirinya sendiri
Ibu negeriku
Kau sedang diperebutkan oleh orang-orang yang lapar akan kekuasaan
Hingga mereka rela membuka aib sodaranya sendiri hanya demi uang
Bangunan-bangunan tinggi yang menjadi penghias mereka dirikan
Seakan-akan mereka tak pernah memikirkan
Bagaimana keadaan perutmu yang semakin hari semakin menyusut
Yang akan tenggelam hingga rata dengan lautan
Wahai ibu negeriku
Apa kau tak marah
Apa kau tak berniat untuk mengguncangkan perutmu itu
Yang sesak akan bangunan-bangunan yang membuatmu menangis kesakitan
Agar manusia-manusia rakus tersadar
Atas apa yang telah mereka perbuat terhadapmu selama ini