HATI YANG MENGAGUMI
Oleh Yuanita Firda
Tatapan teduh itu seakan memikatku.
Membuatku terdiam dan seakan tak bisa bergerak.
Senyum itupun selalu saja membayangi
Meskipun pada kenyataannya senyum itu hanya sepintas ku lihat.
Aku tidak bisa memungkiri bahwa hatiku terpikat.
Terpikat oleh seseorang yang hatinya tersembunyi.
Aku tak memiliki keberanian untuk mendekatimu.
Aku yang selalu memperhatikan setiap hal kecil yang kau lakukan.
Saat kau lelah beraktivitas, saat kau bahagia, saat kau gundah, saat kau bingung.
Aku hanya bisa memantau mu melalui orang di sekitarmu.
Bahkan aku yang memberikan saran ini dan itu agar keadaanmu membaik.
Tapi apalah daya. Kau tau siapa akupun mungkin tidak.
Aku hanya mampu menyimoan semuanya dalam diam.
Dan inilah aku. Hati yang mengagumimu dari kediaman.