CINTA DI MATA ALLAH
Oleh Yuanita Firda
Terkadang aku berfikir, mengapa kita belum di persatukan
Meskipun hati telah saling mengungkapkan.
Meskipun mata selalu mencuri pandang.
Meskipun tingkah terkadang saling mencari perhatian.
Meskipun lisan saling ingin bertegur sapa dan bercanda.
Inilah yang ku rasakan saat ini.
Sakitnya menahan rindu.
Sakitnya menahan keinginan untuk saling bertemu.
Dan sakitnya menahan perasaan yang tumbuh di hati ini.
Kita di ibaratkan berada di dalam satu kotak yang sama.
Kamu di ujung sana, dan aku berada di ujung lainnya.
Kamu sibuk membenah diri agar kelak menjadi imam yang baik.
Demikian pula dengan aku yang juga sibuk memperbaiki diri
Agar kelak Allah memantaskan ku untuk menjadi makmum yang baik untuk mu.