IBU
Oleh Selvi Tandriani
Ragamu saat ini memang tak terlihat
Hidungmu yang mungil
Matamu yang sayup
Bibirmu yang indah nan tipis
Sungguh indah dan cantiknya dirimu
Wahai ibu..
Kalau kau suruh aku hidup tanpa uang
Aku bisa hidup, aku bisa berjalan dengan gagah ,walau tak segagah tentara
Kalau kau suruh aku hidup tanpa makan
Aku bisa menahan nya , walaupun hanya dengan minum saja
Aku masih bisa hidup dan bernafas
Tapi jika kau suruh aku hidup tanpa kasih sayang, dan rangkulan mu
Sungguh jangan kau tanya bisa kah aku bertahan dengan semua itu?
Menahan kepedihannya saja aku sudah menangis kesakitan
Lebih sakit dari seorang keluarga korban pembantaian
Aku memang pernah merasakan kesakitan
Tapi bukanlah kesakitan batin karena kehilangan sosok purnama malam, pelita hidupku
Wahai ibuku...
Ketahuilah aku disini tersiksa,terpuruk, dan terjatuh
Hingga susah bagiku untuk bangkit
Aku berjalan tanpa arah tujuan
Aku bernapas terengah-engah
Lelah hati ini terus berlari
Mencari sosok pelita terang hidupku yang selalu ada dan bahkan setiap saat bersamaku
Ingin aku melepas semua rindu ini
Dengan memeluk, mencium, dan bersandar di bahu mu
Itu akan jauh lebih baik untuk membuat ku tenang
Inilah aku ,anakmu yang begitu merindukanmu.