SEPATAH KATA
Oleh Eka Ayu Sri Handayani
Bebulir netra seisak kentara
Perlahan remuk sesak di dada
Terkatung asaku mendulang ara
Menyekat pedih masa meluka
Purnamapun menepi di kawan mega
Bercermin tirta derukan badai
Risaupun bertanya
Masih pantaskah menuai cita?
Bergumam menuang serpihan rindu
Namun salah menusuk langitku
Malam kelabu
Tak terampuni kutukan jiwa
Haruskah?
Kusenyapkan malamku tanpamu
Merengkuh sepi nan menjamu
Tuk mengemis sepatah kata
Kata maaf yang begitu rapat
mengunci bibirmu
Teruntuk sukma berkalang noda
Terjatuh oleh siksa menoreh sayatan luka