DUNIA, TAHTA TERHINTA
Oleh Amam
Riuh rendah nada dalam sepi
Memekik kata-kata cinta para Penyair
Akupun semakin menjauh dari iri
Sang Bidadari, patutlah dijadikan-Nya janji
Untuk Raja yang hina dan dosa yang tak terperi.
'Kupeluk malam penuh berduri
'Kutiduri hari dalam manisnya mimpi
Dan takkan kembali bangun, sebelum Kau dandani tubuhmu dengan anggun
Akulah pemimpi yang ingin berbudi.
Raib sudah duniaku...
'Kuperangi sekoloni Penghuni rumah api
Seketika pembantaian tersadis digelar
Cucuran keringat merah mengkuyupi tubuh yang gagah
Tak ada isak tangis, rasa sakit, dan keluh kesah
Semua dilebur menjadi ketangkasan lahiriah dan batiniah.
Sebelum Aku pergi lebih jauh
'Kutuliskan surat untuk Penghuni surga
Terkhusus untuk Janji yang pernah Engkau janjikan
Seuntai kalimat, "Sesegera Aku akan menemui dan memeluk kalian".