DARAH BIRU TANPA TAHTA
Oleh Fandi Achmad
Tanganmu menyala kusam.
Pakai sakumu dan kau bisa menghantam.
Engkau biarkan lambung kapal karam.
Dan hanya bisa memendam dendam.
Akankah senantiasa seperti itu?.
Akankah tetap lusuh?.
Ku tahu ini sangat rapuh.
Tapi agaknya takkan mudah berlalu.
Kita semua telah bermimpi jauh.
Lalu,apakah harus tetap patuh?.
Ketika mereka semua telah melihat bibir kita membiru?!.