BADAI HATI
Oleh Alby Alkindi
Malam selalu saja kelam
Siang terbenam berlumuran awan hitam
Mendung kembali terundang
Lalu hujan pun berlinang
Gemuruh badai hati
Menggulung tatanan mimpi
Pelangi yang mewarnai janji
Terhapus oleh jemari emosi
Bertanyaku pada gerhana
Mengapa bias purnama tak terkaca?
Jua ku tanya pada jelaga senja
mengapa cahaya selalu cepat sirna?
Adakah tanyaku berarti kegelapan?
Atau jawabku berarti kepergian?
Sebab kata, masih selalu di pandang buta
Dan tingkah hanya akan bernilai nista
Masih terpatri dalam hati seladang benih
Bila saja yang tersirami adalah kasih,
Tentu putik cinta kan mekar bersemi
Namun, meski yang tumbuh hanyalah duri
Akan tetap kutuai sebagai perisai sanubari.