UNTUK WIDYA
Oleh Feri D Prasetya
Mentari menyongsong ditimur nan jauh
Bercak warna menghiasi langit beku
Embun menggelayut pada daun yang mulai bangun
Membuka kelopak mata mungil dan jemari bergerak merabai semesta
Menyeka ranum muka kusut sisa sisa mimpi
Pada celah jendela, berkas cahaya masuk
Menembus kornea bening layaknya etanol 98 persen
Bangun widya ……
Ini bukan saat tuk lelap
Terbuai dalam mimpi tak berkesudahan
Tumpahkan asa pada fajar ke 7304-mu
Secercah harapan menanti diufuk
Tuk hantarkanmu pada singgasana tertinggi
Dua puluh tahun sudah kau lalui seluk beluk nasib
Menghidup, di dunia mengentah ini
Pada kebebasan, dua percabangan yang rumit
Jalan Tuhan atau jalan setan menyesatkan
Waktu terus berlalu
Dan kau melangkah pada semestamu yang ke dua satu
Hanya doa beserta harap yang bisa aku sembahkan lewat Penguasa semesta alam
Semoga engkau semakin bahagia,
ragamu semakin kuat dan jiwamu semakin bijak
Langkah kakimu lebih dalam
kebaikan, sadarilah seteguk fana Tuhan
Hingga kau akan dapatkan segumpal bekal
Untukmu kembali ke khayangan abadi.