JIWA YANG DIAM
Oleh Hardy Sungkang
Sika sunyi adalah bahasa jiwa yang diam
Apakah riak adalah bahasa jiwa yang membara?
Di persimpangan senja, berkilau wajah penyayang bersama gerimis.
Tak berkata-kata; ia pengagum sekaligus penikmat santapan kata-kata diam
Di kejauhan senja kutuliskan kisah tentang senyummu,
pada angin dan matahari yang membara.
Wajahmu penuh pengorbanan dan kuat.
Di telekungmu tergores sajak kala angin bersyair.
Orakel kecil di lubuk hatimu diam tanpa kata,
Tapi ia bernada sayang.
Anggunmu membahasakan jiwa yang diam.
Senyummu mengukir jiwamu yang tegar dan kuat.
Iangat! Ada syair yang dititipkan Tuhan dalam perjuanganmu