RINDU UNTUK KALIAN DI SYURGA
Oleh Diah Meyshita Utari
Apa yang harus kutulis ketika rindu ini dirasa
Rindu yang berbeda...
Rindu yang sekalipun menyayat kalbuku...
Apa kabar kalian yang di syurga...
Apa kalian tak rindu aku...
Rindu yang pertama kali kurasa menyakitkan
Inilah rindu tak berujung...
Inilah rindu yang sebatas rindu...
Kapan aku bertemu kalian lagi..
Menghabiskan tawa bersama lagi..
Terlalu menyakitkan memang ketika rindu ini hadir..
Menyaksikan kalian bertiga pergi
Pergi sejauh mungkin dan takkan pernah kembali
Itu yang membuat dada ini terasa sesak..
Bagaimana mungkin aku menyemunyikan tetesan air mata ini ketika ku bercerita
Bercerita pada sebuah lembaran kecil berisi ribuan kata penuh makna....
Kepada siapa lagi aku menceritakannya...
Apakabar kamu intan permata di Syurga..
Apa kamu tak ingin menemaniku lagi?
Apa kamu tak inginmenjadi pendengar setiaku kembali...
Apa kamu tak ingin menjadi penguatku ketika Tuhan mengambil om dan tante kita?
Tapi kenapa kamu pergi secepat angin membawa cerita masa depan kita??
Kenapa kamu terlalu jahat meninggalkanku sendiri
Kenapa kamu membiarkan aku sendiri menuliskan semua pada kertas kosong
Tak ada lagi pendengar setiaku..
Tak ada lagi yang memelukku saat ini
Kini yang ada adalah
lembaran kertas putih berisi semua cerita ini...
Tetaplah kamu bahagia disana ya !!
Bahagia bersama om dan tante di Syurga..
Suatu saat kita akan bertemu