JENUH
Oleh Anggun Selvia
Cerah
Sinar Surya menyapa...
Terang
Pagi yang membuka mata...
Lembut
Angin yang mengusap halus tubuhku...
Dingin
Begitulah air yang membahasiku...
Ketika ku terbangun dan membuka mata
ku harus selalu ingat
bahwa hari- hariku selalu perpacu dalam detik- detikan waktu...
jam dinding yang menemani setiap langkahku
dia yang selalu memutar...
dan aku terus mengikutinya..
Pagi ku berjalan menjemputnya rizkinya...
Sore ku kembali untuk menata perbaikan diri untuk esok..
Putaran yang selalu sama
Kapan aku terbebas dan berkarya sendiri?
Beri aku waktu untuk itu...
Bukan ku tak bersyukur,
Namun ku manusia yang punya lelah..
Dan Ku Jenuh.