ROMANTIKA PERMULAAN
Oleh Abdul Rahim
Pertama, biasa saja
Setiap angin bertiup, nafas waktu bertambah
Rasa semakin menjadi luar biasa
Tak terhitung kiasan kata-kata yang keluar dari dua insan
Saat itulah tembok surga roboh
Romi dan yuli menikmati indahnya cinta
Kata demi kata terangkai terucap
Jari , bibir menari beralaskan telpon seluler
Lupa waktu dan lupa makan
Semua terasa menyenangkan
Manis lebih dari madu terasa
indah bertabur bunga surga
Aku akui , inilah surga sebelum mati
Semoga gelas yang kita pegang tak akan pecah
ambruk berantakan tak terurus
semoga kaca menjadi baja
Dan cinta bahagia selamanya