BUNGA
Oleh Ellen Erviandani
Aku memilih mati !
Jika bunga terus menangis
Karena tiap-tiap tetesannya luka dalam jiwaku
Aku memilih mati !
Buratan benang kusam jalannya sangat terbatas
Kala itu ingin aku bunuh sang waktu
Aku memilih mati !
Sebagai aku kupu-kupu yang tak bersayap
Bagi aku yang tak terbang cerahkan kelopaknya
Aku marah !
Jika keasingan merengut senyum bunga
Sangat teriris…
Aku tak memilih mati !
Sinar doa-doanya selimuti malamku
Begitu banyak harapan mimpi bunga padaku
Aku akan berdiam diri
Dengarkan sepoi angin dari dirinya
Menyongsong tajam sorot mata tuanya
Aku tak boleh mati !
Mendahului bunga
Itu pintanya