SANG PEMMIMPI SENJAOleh Najwa Futhana Ramadhani
Senja kini telah menjumpai penduduk negeriku tercinta ini
Melempar senyum kepada setiap makhluk
Dan menatapnya
Mengatakan ia cinta pada kehidupan
Aku berfikir,
Berangan,
Jika aku sang senja
Aku akan tersenyum kepada setiap makhluk
Menatapku tajam-tajam
Sekalipun ia memaki
Aku sadar
Itu hanya sekadar mimpi
Karena aku ...
Tak pernah disambut
Tak pernah dianggap ...
Itulah diriku
Hanya seorang pribumi biasa
Yang selalu terkucilkan
Dari kelompok pergaulan
Aku tersadar
Sang Mentari ...
Kini t’lah hilang ditelan Bumi
Singkat ...
Tiga kata, enam belas huruf
Tujuh suku kata
Sang Pemimpi Senja
Andaikan Tuhan tidak mendengar
Mestikah kuulangi?
Sungguh aku benar-benar tidak mengerti
Mengenai kencangnya putaran roda kehidupan
Sang Pemimpi Senja
Itukah julukanku?
Aku tidak mengharap julukan ...
Aku hanya berharap ...
Menjadi sang Senja yang begitu mengagumkan ...
Selalu disanjung ...
Namun tak berharap disanjung ...