PUSARA SEJARAHOleh Adi Winata
Guratan masa yang temaram
Helaian benang yang saling terpaut
Sorotan sukma yang menelisik
Ah, biarlah bayu mendobrak perhentiannya
Linangan air yang kian meranum
Pada galeri yang meronta-ronta
Meneriaki lingkaran-lingkaran yang memandang
Mesin waktu enggan kompromi
Bersama langkah yang dipijakkan
Dalam kabut yang mengisahkan
Gemercik aing yang membisikkan
Gita nan padu dalam harmoni
Rindu kalbu akan memori
Rumput yang tidak zamrud
Raja memangku tangan di singgahsana
Yang menaungi menjadi gulita
Paras ayu tak lagi merona
Merekalah batu mulia
Laguan kasih laksana sastra
Tutur dalam belukar
Makna benderang sukar diteroka
Torehan mungil nubuha masa
Derai sedan mengoyak sepi
Galeri, hadirkan cita
Apatah enyah dari diorama?